Istana Wakil Presiden. Fungsi utama sebuah masjid adalah sebagai tempat beribadah. Tetapi masjid juga dapat digunakan untuk kegiatan sosial ekonomi. Wakil Presiden (Wapres) Boediono menyampaikan hal itu ketika menerima Pengurus Pusat (PP) Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) Indonesia, Rabu 6 Juni 2012.
Ketua Umum PP PINBUK Indonesia M. Amin Aziz menjelaskan bahwa mereka telah memprakarsai pendirian sebanyak 3.982 Baitul Maal wat Tamwil (BMT) termasuk 82 BMT Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Masjid di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, dan 269 BMT Syariah di sepuluh provinsi sejak 1995.
Aziz menggarisbawahi keberhasilan PINBUK dalam mendirikan BMT berbasis masjid dan mendorong PINBUK untuk mengembangkan BMT berbasis rumah ibadah. “Kami berharap dapat bekerjasama dengan TNP2K demi mengembangkan program penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan BMT yang berbasis rumah ibadah,” ujar Amin.
Aziz mengatakan, melalui pengembangan BMT berbasis rumah ibadah, ia berharap manfaat BMT dapat terasa oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya kaum muslimin. “BMT dikenal pula dengan sebutan Balai-usaha Mandiri Terpadu,” ucap Aziz.
Kegiatan yang dilakukan BMT adalah mengembangkan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha kecil mikro, antara lain dengan mendorong kegiatan menabung dan fasilitas pembiayaan guna menunjang usaha ekonomi masyarakat.
Wapres mengatakan ia tertarik. dengan performa BMT selama ini. “Sangat menarik. Bagaimana dengan NPL-nya?” tanya Wapres. NPL adalah Non Performing Loan atau kredit macet.
Direktur Eksekutif PINBUK Aslichan Burhan memberikan contoh pengembangan BMT dikembangkan di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. “Sudah berjalan sejak 2008, bahkan hingga kini masih terus berkembang. NPL di bawah 5%,” ucap Burhan.
Kisah sukses BMT juga dituai di daerah lain tepatnya di Cijantung, Jakarta Timur. NPL dari BMT hanya sebesar 0,26%.
Alasan di balik keberhasilan BMT menekan angka NPL itu, menurut Aziz, karena para peminjam tidak dilepas begitu saja. “Ada yang memonitor, yaitu para ustad yang memberikan nasihat kepada para peminjam untuk bertanggungjawab,” ujar Aziz.
Mengenai usulan kerjasama dengan TNP2K atau Tim Nasional Percepatan Penanggunalan Kemiskinan, Wapres selaku Ketua TNP2K akan mempelajarinya. “Upaya yang dilakukan BMT ini sangat baik. Kita upayakan supaya dapat dilakukan kerjasama dengan TNP2K. Tetapi kita harus melihat aturan yang ada, karena sebagai bagian dari pemerintah, TNP2K terikat oleh peraturan,” ujar Wapres. Ia meminta Sekretaris Eksekutif TNP2K Bambang Widianto untuk menjajaki kerjasama dengan PINBUK Indonesia.
Turut hadir dalam pertemuan itu, Ketua Badan Pembina PINBUK Indonesia Binhadi, dan Ketua Badan Penasehat PINBUK Indonesia Ahmad Riawan Amin.